,

MQK Kembali Digelar, Wabup Apresiasi Ponpes Asy Syuhada Pelaihari Jadi Tuan Rumah

by -1864 Views
cek disini

News Pelaihari Kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) kembali digelar tahun ini dengan antusias tinggi dari para santri dan pondok pesantren se-Kabupaten Tanah Laut. Ajang yang memperlombakan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning tersebut resmi dibuka di Pondok Pesantren Asy Syuhada Pelaihari, Sabtu (11/10/2025).

Ketegangan dan Semangat Santri Mengiringi Lomba Kitab Kuning di MQK  International - Rakyat Sulsel
MQK Kembali Digelar, Wabup Apresiasi Ponpes Asy Syuhada Pelaihari Jadi Tuan Rumah

Wakil Bupati Tanah Laut, H. Rizal Fahmi, hadir langsung dan memberikan apresiasi kepada Ponpes Asy Syuhada yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan MQK 2025. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat tradisi keilmuan Islam di kalangan santri sekaligus melestarikan nilai-nilai pesantren.

Baca Juga : Rutan pelaihari dan Polres Tanah Laut Perkuat Sinergi Lewat Razia Insidentil

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Semarak MQK 2025 di Tanah Laut: Ajang Santri Asah Ilmu dan Akhlak

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

“Saya sangat mengapresiasi Ponpes Asy Syuhada yang telah menyiapkan segalanya dengan baik. MQK bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga sarana memperdalam ilmu agama dan menanamkan karakter keislaman yang kuat bagi generasi muda,” ujar Rizal Fahmi.

MQK 2025 Digelar di Pelaihari, Santri Antusias

Dalam sambutannya, Wabup juga menyampaikan bahwa Pemkab Tanah Laut akan terus mendukung kegiatan keagamaan seperti MQK yang sejalan dengan visi daerah dalam membangun masyarakat religius dan berakhlak. Pemerintah daerah disebut akan memperluas dukungan terhadap pembinaan pesantren, baik melalui bantuan pendidikan maupun fasilitas.

Pemkab Tanah Laut Dukung Penguatan Tradisi Pesantren Lewat MQK

Kegiatan MQK tahun ini diikuti oleh ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Tanah Laut. Mereka berkompetisi dalam berbagai cabang lomba seperti Fikih, Tauhid, Tafsir, Hadis, dan Bahasa Arab, baik untuk kategori putra maupun putri.

Pimpinan Ponpes Asy Syuhada, KH. Ahmad Tarmizi, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantrennya sebagai tuan rumah.

“Ini kehormatan besar bagi kami. Semoga kegiatan MQK ini menjadi pemicu semangat santri untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu agama di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain perlombaan, kegiatan MQK juga diisi dengan ceramah kebangsaan dan pelatihan digitalisasi pesantren, yang bertujuan agar para santri mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Salah satu peserta, Siti Maulidah, mengaku senang dapat mengikuti MQK karena selain menambah ilmu, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar santri.

“Kami bisa bertukar pengalaman dengan teman-teman dari pesantren lain. Banyak pelajaran berharga dari kegiatan ini,” katanya.

Dengan terselenggaranya MQK 2025 di Pelaihari, pemerintah daerah berharap ajang ini dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan pesantren, serta memperkuat peran santri dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat Tanah Laut.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.